Temperature of Love Episode 32

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Temperature of Love Episode 32


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Temperature of Love Episode 31
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Temperature of Love Episode 33

Hyun Soo, Kyung, Joon Ha dan Jung Woo merayakan keberhasilan Hyun Soo. Mereke pergi munum dan karokean. Mata Hyun Soo tiba-tiba menatap Jung Woo yang sedang minum. Joon Ha dan Kyung bernyanyi bersama, Hyun Soo dan Jung Woo hanya duduk tertawa melihat tingkah kedua teman mereka saat bernyanyi. Sekali-kali Jung Woo melirik Hyun Soo dan tersenyum.


Disisi lain, Jung Sun dan teman- temannya sedang makan bersama. Jung Sun meminta terima kasih kepada semuanya, akhirnya keadaan mereka kembali membaik.


Jung Woo dan Hyun Soo berjalan berlawanan arah, ketika melewati Hyun Soo, Jung Woo berkata “kamu terlihat lesu, aku bisa menebaknya dengan hanya melihat wajahmu”. Hyun Soo tak menanggapinya. Keduanya pun berjalan ke tujuan masing-masing


Jung Sun sedang menunggu Hyun Soo di depan rumah Hyun Soo. Hyun Soo tiba dengan Kyung. Jung Sun bertanya “apakah kalian berdua minum bersama?”. “kami habis berpesta karena mendapatkan jatah untuk penayangan drama” ujar Kyung. Hyun Soo meminta Jung Sun unutk masuk karena diluar dingin. “apakah kamu juga minum?” Tanya Hyun Soo pada Jung Sun. “Iya dengan para staf Good Soup karena pembaharuan situs Web”


Kyung  menyuruh Hyun Soo dan Jung Sun untuk naik saja duluan, dan dia langsung berlari pergi meninggalkan mereka berdua. Kyung duduk di supermarket, Joon Ha datang dan lalu bertanya “kenapa kamu ingin menemuiku, tapi tadi kamu mengacuhkanku”. “Karena aku tidak bisa pulang”. “apakah kamu ingin bermalam denganku, aku tidak siap.” Ucap Joon Ha Kyung kesal dengan tingkah Joon Ha tetapi Joon Ha hanya bercanda dan menawarkan minuman


Jung Sun mengucapkan selamat kepada Hyun Soo. Hyun Soo berterima kasih. “kali ini semua akan berjalan dengan lancar” ucap Jung Sun. Hyun Soo hanya mengiyakan dan berjalan pergi.


“Apa aku berbuat salah ?” Tanya Jung Sun. “Tidak kamu tidak pernah berbuat salah. Padahal aku mau kamu berbuat salah. Agar kamu terus mengikutiku dan meminta maaf padaku”. Ucap Hyun Soo. “Sejak bertemu denganku, Apa kamu menjadi tidak bahagia?” Tanya Jung Sun.
Hyun Soo menjawab “Jika aku tidak bahagia, itu bukan karena kamu, tapi aku. Jika aku memilih ketidakbahagiaan maka itu kebahagiaan”
“aku mencoba melakukan semua yang aku bisa untukmu, aku berusaha mennyisihkan waktu untuk bersikap baik padamu” ujar Jung Sun. “aku tidak pernah meminta” lalu Jung Sun bertanya lagi “”kamu pasti mabuk”. “Memang, aku bisa mati karena frustasi” jawab hyun soo.


“Kenapa? Kenapa ? kenapa aku merasa kesepian padahal aku sedang jatuh cinta?” Tanya Hyun Soo dengan wajah tertunduk. “aku merasa makin kesepian saat bersamamu. Kamu meniadakanku dari Hidupmu…” “Ibu meminjam uang dari Jung Woo tanpa memberitahuku. Kamu mau berbagi cerita semacam itu?” Tanya Jung Sun tiba-tiba. “aku mempertaruhkan segalanya demi mempertahankan cinta ini” “Lantas, kenapa aku merasa kamu tidak mencintaiku? Aku merasa kamu hanya memenuhi kewajiban sebagai kekasih” Tanya Hyun Soo. “kamu pasti merasa begitu, karena itu yang kamu melakukan” ujar Jung Sun


“Setiap bertemu, kita bertengkar atau mencoba saling menghibur. Kita selalu saling waspada,jadi sulit membahas perasaan kita. Cinta macam apa ini?” Tanya Hyun Soo sambil menangis. “Kamu mau aku melakukan apa?” Tanya Jung Sun


Nyonya Yoo datang di restoran dan bertanya tentang anaknya. Soo Jung menjawab “Dia ada diatas” Nyonya Yoo mau naik dan mengajak pacarnya untuk naik bersama, tapi dia tidak mau dan memilih minum teh di bawah saja.


Ibu memasak dan mengajak Jung Sun untuk makan. Ibu merasa Jung Sun beberapa hari ini sedang depresi. “Dulu kamu suka makan seperti ini” ucap Ibu. “Ibu pasti menganggap diri ibu sebagai ibu yang baik dahulu. Setiap kali ibu menimbulkan masalah, ibu membawa makanan masa kecilku” ujar Jung Sun. “ibu enggan memikirkan masa itu. Tapi itu semua demi kamu”.


“ayahmu baik-baik saja dengan istri barunya. Mungkin dia dan ibu memang tidak cocok. Semoga Daniel pria terakhir dalam hidup ibu” ujar Nyonya Yoo. “Ibu mau membahas ini denganku?” Tanya Jung Sun. Nyonya Yoo mengiyakan “kamu bukan sekedar anak bagi ibu”


Melihat Jung Sun yang sedang makan, Nyonya Yoo bertanya “omong,omong, soal perkataanmu sebelumnya, Berapa banyak yang akan kamu berikan perbulan?”. “1 .000 dolar” kata Jung Sun singkat. “jangan berikan dalam jumlah kecil. Kamu punya tanah. Bisa berikan sebagian tanahmu?” Tanya Nyonya Yoo “Tidak ada yang bisa diberikan, tanah itu sudah tidak ada. Kenapa ayah dan ibu sangat tertarik dengan tanah itu? Ayah juga menanyakannya”. “kenapa dia menanyakan tentang tanah itu, dia sudah punya gedung”  “ketertarikannya berbeda dengan ibu, jadi abaikan saja” “kamu membelanya karena dia ayahmu. Biarpun dia memukul ibu tapi dia tidak akan menyentuhmu” ujar Nyonya Yoo


Jung Sun berdiri, Nyonya Yoo bertanya “kenapa berhenti makan?”. “ibu akan makan jika menjadi seperti aku?” Tanya Jung Sun. “ibu harus menemui ayahmu, kamu akan menjadi alasannya” ucap Nyonya Yoo. “Ibu..” kata Jung sun kesal. “kamu harus akur dengan ayahmu, dia mempunyai gedung. Dan kamu adalah anak laki-laki satu-satunya”. Jung Sun hanya diam.


Hyun Soo datang di rumah orang tuanya. Dia mengatakan akan mengajak ayah dan ibunya untuk liburan ke jepang. Ibunya mengaku harus istirahat dan ia juga harus mengucap terima kasih pada orang yang sudah membantu mereka. Hyun Soo mengerti.


Hong Ah datang ke kantornya Jung Woo dengan marah-marah, dia kesal karena drama Hyun soo sudah dijadwalkan untuk tayang, dia juga menanyakan tentang dramanya. Jung mengatakan drama Hong Ah akan tanyang di JK, Hong Ah pun senang mendengarnya


Hp Jung Woo berbunyi, ibu hyun Soo menelepon mengajaknya untuk makan malam bersama, Hyun Woo senang dan meminta untuk dikirim alamatnya. Hong Ah masih ada di sana saat ibu hyun soo menelepon. Hong ah bertanya “apakah itu dari orang tuanya Hyun soo? Apakah mereka mengajak anda makan malam?” Jung Woo tak menjawab hanya tersenyum saja. Hong Ah pun tahu yang dia tanyakan benar.


Orangtua Hyun Soo memintanya untuk mencarikan tempat yang baik, kerena mereka akan makan malam dengan Jung Woo sebagai ucapan terima kasih karena sudah banyak membantu mereka. Hyun Soo mengatakan dia akan mencarikan tempat untuk tiga orang. Namun ibunya meminta untuk empat orang, Hyun Soo juga harus ikut karena pasti akan terasa canggung kalau hanya bertiga. Hyun Soo berkata Tidak. Ayahnya langsung berkata “apakah kamu takut pacarmu marah? Dia tidak boleh marah. Ini adalah bentuk ucapan terima kasih kami kepada Tuan Park”. Lanjut ibu “kami juga akan berterima kasih kepadanya”. Hyun Soo mengerti.


Jung Sun sedang berada di dapur, dia hendak mengeluarkan hpnya untuk menghubungi Hyun Soo, tetapi Dia teringat kata-kata Hyun Soo “kenapa aku merasa amat kesepian padahal aku sedang jatuh cinta. aku merasa makin kesepian saat bersamamu”. Ketika mengingat kata-kata itu Jung Sun langsung memasukan hpnya kembali.


Won Joon sedang bekerja, Jung Sun datang. Mereka berdua duduk bersama. Won Joon bertanya “apakah kamu sudah menelepon Hyun Soo?” “aku tidak bisa” kata Jung Sun. “kamu harus meneleponnya. Kamu harus segera berbaikan setiap kali bertengkar” kata Won Joon. Jung Sun tak menjawab hanya menundukan kepalanya. Lalu dia berkata “ayahku akan datang”. “ibu saat siang hari dan ayah saat malam hari. Mereka pasti memilki semacam ikatan” ucap Won Joon. “Rasa sakit yang amat mudah kuberi tahu padamu. Kenapa sulit sekali bagiku untuk memberi tahu Hyun Soo” Tanya Jung Sun. “saat sedang jatuh cinta, kita ingin tampak baik didepan mereka. Kita hanya ingin memberi yang terbaik. Kamu ingin menghadapi semua kesulitan sendiri” ujar Won Joon. Jung Sun tersenyum mendengarnya dan mengatakan Won Joon ternyata tahu banyak hal.


Hong Ah datang saat Jung Sun dan Won Joon sedang berbicara. Hong Ah bertanya “Soo Jung sudah pulang dan kalian berdua tidak jadi kencan”. Jung Sun pamit. Hong Ah duduk didepan Won Joon dan mengatakan bahwa dramanya akan tayang di Jk. Won Joon mengucapkan selamat. Lalu Hong ah bertanya “apakah kamu menyukai Soo Jung” Won Joon terdiam. “ada apa dengan keheningan ini?” “keheningan ini bisa berarti ya dan tidak”. Hong ah menanyaka ada apa dengan sikap buruk Won Joon ini. Eon joon mengatakan itu tertular darimu.


Won joon berjalan pergi, hong ah mengikutinya dan memeluk won joon dari belakang. Ia bertanya “apakah kamu belum mau menyerah?” won Joon melepaskan tangan Hong ah dan mengatakan “Iya” dan berjalan pergi meninggalkan Hong Ah


Hyun Soo termenung di dekat jendela rumahnya, dia teringat percakapannya dengan Jung Sun. Kyung datang dan menyuruh Hyun Soo untuk menelepon Jung Sun saja. Tetapi Hyun Soo tidak mau. Kyung mengatakan dulu Hyun Soo sangat mencintai Jung Sun, pasti sekarang masih sama. “apa aku tampak seperti mencintainya” Tanya Hyun Soo. Kyung mengiyakannya. “saat kamu larut dalam cinta, kamu akan berdiri disini seperti ini”


Ayah Jung Sun datang menemui anaknya, ayah Jung Sun memberikan uang untuk melunasi hutang-hutang Jung Sun, tapi jung sun tidak mau menerimanya dan bersikeras bahwa dia bisa mengatasinya.  Ayah Jung sun marah. Jung sun mengatakan hidupku baik-baik saja tanpa ayah. Dan meminta ayahnya untuk jangan datang lagi dalam hidupnya. Mereka berdua pun bertengkar, ayah Jung Sun mau memukulnya namun diurungkannya. Ayah Jung Sun lalu berjalan keluar dari rumah Jung Sun dengan wajah sedih.


Hyun Soo sedang lari pagi, begitu juga dengan Jung m m yang sedang berada di gym. Mereka berdua sama-sama mengingat percakapan mereka. Jung Sun sudah selesai mandi. Dia membuka laci disana ada sebuah kotak yang terdapat cincin didalamnya.


Hyun Soo sudah bersiap untuk pergi makan malam dengan jung woo dan kedua orang tuanya. Dia kemudian pamit kepada kyung. Jung Woo sudah siap pergi. Jung Sun sendiri juga sudah siap untuk pergi, tak lupa ia membawa kotak cincinnya.


Mereka berempat sudah berkumpul untuk makan malam. Orangtua hyun soo membicarakannya yang tidak mau hidup dengan stabil. Hyun soo menyangkalnya. Ayah hyun soo menanyakan tentang ayah jung woo. Jung woo mengatakan ayahnya dulu mempunyai bisnis tapi bangkrut.


Jung Sun sedang berada di depan rumah Hyun soo. Jung sun menelepon tetapi tidak didengar oleh hyun soo. 



Ibu bertanya kepada Jung Woo “apakah kamu selalu baik seperti ini pada semua penulis? Bahkan dengan keluarga mereka?”. Jung woo menjawab “Tidak juga” “Sungguh? Apakah kamu hanya baik kepada Hyun Soo?” Tanya ibu Hyun Soo. “Iya. Aku.. menyukai Hyun Soo” jawab Jung Woo. Hyun Soo kaget mendengarnya. Ibu tersenyum.

bersambung...

Click to comment