SINOPSIS Two Cops Episode 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Two Cops 2017 Episode 4


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 5

Dong Tak mengantar Ji Ahn sampai ke rumahnya. Dong Tak akan pamit. Ji Ahn bersyukur, dia pikir Dong Tak akan tinggal untuk makan mie instant. Dong Tak mengatakan dia tidak menyukainya. Karena dulu dip anti asuhan, dia sering memakannya. Dong Tak juga mengatakn dia menyukai Nasi dan meminta Ji Ahn untuk membuatkan makanan yang sehat untuknya suatu saat nanti. Ji Ahn terkejut mendengarnya.


“Kenapa kamu terlihat begitu terkejut? Kamu membuat jantungku berdetak kencang” kata Dong Tak lalu berjalan pergi. Ji Ahn masih memandanginya. Dia membandingkan Dong Tak yang dulu yang sedikit kaku dengan Dong Tak yang sekarang yang lebih terbuka. Dong tak berbalik dan berkata kepada Ji Ahn untuk  terkejut tiga kali dalam satu hari. “aku membayangkan jika kamu tahu kamu terlihat sangat cantik saat kamu terkejut.” Kata Dong Tak. Ji Ahn hanya bengong melihatnya.


Dong Tak datang mencari Bong Sook. Bong Sook menyahut, dia pikir itu adalah Soo Chan. Ketika dia melihat Dong Tak yang memanggilnya sambil tersenyum. Bong Sook pun melarikan diri.


Dong Tak duduk dan berkata “bagaimana jika aku harus hidup sebagai Dong Tak seumur hidupku? Apa yang harus aku lakukan?”


Dong Tak datang mengunjungi Soo Chang. Dia sedih melihat tubuhnya yang terlihat kurus. Dong Tak berkata pada tubuhnya Soo Chang untuk tetap di sini sampai dia dapat kembali lagi ke dalam tubuhnya.


Ji Ahn bertemu dengan Jae Hee. Dia adalah seorang jaksa. Ji Ahn bertanya kepadanya siapa yang menangani kasus  detektif Jo Hang Joon. Ji Ahn dengar seorang jaksa muda. Kasus itu di tutup sangat cepat. Tapi Jae Hee tidak tahu apa-apa dan mengatakan kepada Ji Ahn jika membutuhkan apa-apa harus memberitahukannya, dia akan membantu. Tapi Ji Ahn mengaku tidak mau di bantu.


Dong Tak sedang berkaca di kaca mobil.  Dia menjelekan gaya berpakaian Dong Tak. Dong Tak lalu melihat jaket, dia pun masuk dan membelinya.


Dong Tak bersama dengan Sung Hyuk mendatangi sesorang. Dong Tak menyapa seperti sudah lama mengenalnya. Tapi pria itu tidak mengenalinya. Dong Tak akan mengatakan dia adalah Gong Soo Chang tapi tidak jadi dia lakukan.


Pria itu merasa aneh dengan Dong Tak yang terus membicarakan tentang wanita-wanita. Akhirnya si pria itu mengatakan “Garibong. Pergilah ke Garibong. Disanalah kamu akan menemukan Jjong Gu” Dong Tak bingung karena dia datang untuk menemui temannya itu. Sung Hyuk lalu menelpon detektif Lee untuk memberitahukan keberadaan Jjong Gu, seorang pengedar narkoba. Sedangkan Dong Tak sedang memberikan temannya itu uang untuk membeli es krim untuk pacarnya.


Dong Tak duduk berteduh di bawah pohon. Dia bertemu dengan seorang wanita bernama Miss Bong. Miss Bong menawarkan untuk melukis wajah Dong Tak.


Setelah melihat gambarnya Dong Tak berkata ini sangat mirip dengannya. Dia berterima kasih lalu berjalan pergi.


Mis Bong berkata “Dia akhirnya telah menemukan partnernya yang sesungguhnya”


Dong Tak berjalan, dia melihat cermin dan berkaca sambil melihat gambar yang di lukis Miss Bong tadi. Dong Tak berkata “apa? Apakah dia melihat aku yang sesungguhnya ?” Dong Tak lalu berlari kembali ke tempat yang tadi tapi tidak menemukan Miss Bong.


Dong Tak dan Sung Hyuk mendengar pembicaraan Yong Pal dan juga Do Kki. Tapi pembicaraannya tdak terdengar jelas. Sung Hyuk berpikir pasti Yong Pal mengetahui sesuatu tapi mereka tidak bisa menahannya. Dong Tak terdiam sesaat dan menyuruh Sung Hyuk menyetir. Dia akan menunjukan keahliannya.


Dong Tak dan Sung Hyuk datang ke warnet. Dong Tak mengambil hp salah satu pengunjung dengan cepat dan memasukannya ke dalam saku Yong Pal. Dong Tak dan Sung Hyuk duduk di sampingnya tanpa diketahui Yong Pal.


Pengunjung itu mencari hpnya. Ketika di telpon hp itu berbunyi di saku Yong Pal. Yong Pal kaget dan bertanya “Kenapa hp ini bisa ada di sakuku”. Dong Tak lalu memborgol Yong Pal dan mengatakan “Kamu di tahan karena mencuri” Yong Pal menatap Dong Tak dan Sung Hyuk dengan heran.

“Kita bertemu terlalu sering, kamu mungkin tumbuh dalam diriku” kata Dong Tak sambil tersenyum.


Dong Tak membawa Yong Pal di tempat dokter bedah, mereka sudah menandai setia organ Yong Pal. Yong Pal akan di operasi untuk dijual organ tubuhnya. Dia merontak, tapi mulutnya di tutup. Dong Tak akan pergi tapi dia berbalik dan membuka penutu mulut Yong Pal. Yong Pal berkata pria yang di tangkap (Soo Chang)bukan pelakunya, dia juga menambahkan ada kamera yang merekam siapa pelaku sebenarnya. Dong Tak berpikir pasti Yong Pal berbohong, karena semua kamera yang dilihatnya tidak ditemukan bukti apa-apa. Yong Pal mengatakan “ada satu kamera yang tidak diketahui oleh polisi”


Yong pal mengatakan kepada dong tak dan dokter itu “mereka sudah membuat barang-barang palsu di sebuah gudang selama 5 tahun terakhir. Di dalam gudang itu juga terdapat begitu banyak cctv. Mereka pasti merekam ratusan orang. ” Dokter berkata “dengan adanya rekaman itu Detektif Cha bisa mengetahui siapa yang menikam detektif Hang Joon”

“aku tidak ingin tahu siapa yang menikamnya. Aku hanya ingin membersihkan namaku” kata arwah Soo Chang.


Dong Tak dan Sung Hyuk datang ke kantor jaksa untuk meminta surat perintah. Jae Hee sebagai jaksa yang menangani kasus Hang Joon tidak memberikannya. Dan menyuruh Dong Tak untuk mengikuti aturan yang berlaku. Lagipula kasusnya akan di tutup besok. Dong Tak kesal dan berkata kepada Jae Hee yang berhati dingin. Dong Tak dan Sung Hyuk lalu di paksa keluar oleh penjaga keamanan.


Sung Hyuk berkata kepada Dong Tak bahwa dia akan mengatakan kepada kapten kalau mereka menemukan bukti penting jadi jangan pernah pergi ke gedung itu sendirian. Dong Tak pun mengerti


Ji Ahn datang dan mengatakan kepada dong tak bahwa dia mendengar Sung Hyuk berbicara kalau mereka menemukan bukti yang penting dan meminta Dong Tak untuk mengatakannya.


Ternyata Dong tak langsung membawa Ji Ahn di gudang itu. mereka memeriksa cctv yang berada di luar gedung. Mereka pun menemukan cctv yang merekam kejadian saat Hang Joon di serang. “Jika aku berhasil masuk, aku bisa mendapatkan rekamannya.”


Dong Tak dan Ji Ahn pura-pura sedang berciuman di dekat tembok. “Kamu pikir mereka akan terkecoh dengan ini” Tanya Ji Ahn. “tidak bisakah reporter melakukan ini demi berita utama?” Tanya Dong Tak. Ji Ahn mengancam Dong Tak jangan berani menipunya. “kamu tidak mendengar suara berdebar-debar?” Tanya Dong Tak. Ji Ahn mengaku itu bukan dia dan langsung memeluk dong tak


Dong Tak bertanya kepada Ji Ahn “mana yang tidak kamu suka, detektif atau penipu?” Ji Ahn kesal karena dong tak menanyakan pertanyaan seperti itu. Dong Tak mengaku hal itu sangat penting bagiku. Ji Ahn lalu menjawab detektif. “Bohong, kamu selalu melihat kekiri saat berbohong” kata Dong Tak. “Apa yang kamu lihat? Jangan pikir aku akan terus membantu penyelidikanmu.” Ujar Ji Ahn. “aku tidak akan begitu. Hanya hari ini, kita harus mengecualikan hari ini”


Ketika Dong Tak hendak mencium Ji Ahn. Seorang laki-laki membuka pintu gudang. Dong Tak langsung berlari mau menendangnya. Tapi tidak mengenai pria itu. Pria itu langsung mau memukul Dong Tak, tapi Ji Ahn datang dan memukul pria itu.


Dong Tak dan Ji Ahn sudah masuk didalam. Mereka melihat rekaman kejadian penyerangan itu dan menyimpannya. Ji Ahn sudah sangat ketakutan. “Menurutmu aku tidak takut ? aku sudah keringatan.” Kata Dong Tak


Mereka berdua akan keluar namun segerombolan preman sudah menunggu mereka. Akhirnya Ji Ahn diikat di kursi sedangkan Dong Tak berlutut. Bos dari preman itu bertanya “apa yang membawamu kemari” Dong Tak menjawab “dia hanya membutuhkan rekaman cctv saja” “Jadi jika aku membiarkanmu mengambil rekaman cctv maka kamu tidak akan menyelidiki gudangku ini?” Tanya bos itu. Dong Tak membenarkannya.


Salah satu preman itu mau memukul Dong Tak, tapi Dong Tak sudah merintih sakit. Dong Tak langsung melarikan diri. Ji An menemukan pecahan kaca, dia pun membuka tali yang mengikatnya. Ji Ahn langsung berdiri dan menggigt tangan salah satu preman itu sehingga dirinya di pukul juga.


Melihat Ji Ahn di pukul, Dong Tak marah dan memukul mereka, tapi tidak ada satupun pukulan yang mengenai mereka. Dong Tak yang di pul sampai berdarah.
FLASHBACK


Terjadi kecelakaan, seorang anak kecil membangunkan ayahnya yang sudah berlumuran darah.
FLASHBACK END


Dong tak lalu di pukul lagi, saat tubuhnya berbenturan dengan tembok. Arwah Soo Chang keluar dari tubuhnya. Dong Tak Pun kembali ke tubuh aslinya. Dia mengingat saat dikejar dengan sekelompok geng motor dan harus dari atas jembatan sungai han.


Ji Ahn mendekati Dong Tak dan bertanya “Song, kenapa kau disini” “apa yang kau bicarakan” Tanya Ji Ahn. Dong Tak meminta Ji Ahn untuk menjauh darinya 20m. Ji Ahn Pun mengerti.


Dong Tak menghajar mereka semua dengan begitu berani. Ji Ahn menatapnya dengan heran.


setelah menghajar mereka semua, Dong Tak berjalan menuju Ji Ahn dan memegang tangannya lalu pergi bersama-sama.


Ji Ahn sedang memmbawa berita tentang Gong Soo Chang yang ada kaitannya dengan pembunuhan detektif. Seorang pria sedang tertawa melihatnya. Jae Hee masuk kedalam ruangan itu dan hanya melihatnya.


Setelah membawakan berita, Ji Ahn mendapatkan dari Dong Tak untuk bertemu.


Dong Tak datang menggunjungi Soo Chang dia meminta maaf. Arwah Soo Chang mengatakan kamu seharusnya minta maaf seumur hidupmu. Dong Tak lalu membuka borgol di tangan. 


Dong Tak melihat rekaman cctv itu. dia memperhatikan tato yang ada di belakang  leher si penikam. Dia lalu mengeluarkan korek api yang didapat di jaket Hang Joon. Dong Tak heran siapa yang mau membunuh mereka. Dong Joon juga bingung dengan apa yang terjadi padanya.
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Soo Chang datang mengunjungi kantor polisi. Tiba-tiba lampu mati, pria yang memakai helm hitam masuk di dalam ruangan Dong Tak, dong tak berbalik dan melihatnya. pria itu mengeluarkan pisaunya. Soo Chang datang dan melihatnya juga.


Bersambung...

Click to comment