Meloholic Episode 2 PART 2

Advertisement
Advertisement
Sinopsis Meloholic episode 2 Part 2



Penulis Sinopsis: Intan
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Meloholic Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Meloholic Episode 3 Part 1

“HAN YE RI.. AKU MENCINTAIMU” 
“ Jangan!” Ye Ri terbangun dari mimpinya. Dan ternyata wanita yang memakai gaun merah malam itu adalah Ye Ri. 
“Astaga” Yeri tidak mengetahui dimana dia sekarang, dan terkejutnya lagi ia melihat tampilannya di kaca. Ye Ri mengambil ponselnya dan segera menghubungi temannya. 
“ Akan ku kirimkan alamatnya. Kemarilah sekarang juga”. Ponsel pun dimatikan, selang beberapa detik terdengar suara orang berdatangan, lucunya Ye Ri malah pura-pura tidur
Sang seniman berusaha menunjukkan kehidupan manusia modern, karena mereka telah sibuk hingga tidak bisa menikmati hidup mereka. Senimannya mengungkapkan bahwa rehat bukanlah buang waktu tapi soal merefleksikan diri dan menemukan jati diri… 
“ Ada yang tidur disana” kata seorang pria.
“ Siapa kamu?”
“ Apa?” Ye Ri menaggapinya dengan tertawa, dan ia segera kabur. Terjadilah kejar-kejaran antara Ye Ri dengan para petugas keamanan.
“ Maafkan aku” teriak Ye RI
“ Tunggu Nona”
“Lari cepat. Dan tangkap dia” 
Ye Ri berhasil kabur, untung saja teman Ye Ri (Yeo Jin) sampai tepat waktu langsung saja Ye Ri menggunakan Helmnya. Di perjalanan Ye Ri meminta maaf kepada Yeo Jin karena merepotkannya, bagi Yeo Jin itu bukan masalah. 


“Astaga. Apa yang aku lakukan” teriak Ye Ri
“ Dia muncul lagi? Apa penyebabnya kali ini” tanya Yeo Jin sambil meberinya minuman soda.
Han Ye Ri mengingat tentang kejadian semalam, ketika Byung Cheol mabuk sambil teriak-teriak di depan rumahnya. Sontak kejadian itu membuat tetangga merasa terganggu. Han Ye Ri meminta maaf kepada tetangga rumahnya.
“ Hanya itu yang aku ingat. Lalu begitu sadar, aku terbangun disana. Astaga ini membuatku gila”
“ Pasti ada jejaknya disuatu tempat” Ucap Yeo Jin. Yeo Jin menghampiri gaun merah yang di gantung. Aku boleh minta ini?”
“ Harganya 100 dollar” ucap Ye Ri
“ 80 dollar” tawar Yeo Jin
“ Baiklah” 
“ Bagus! aku dapat gaun!” 
Ye Ri bertanya pada Yeo Jin , mengenai pendapatnya. Apa Ye Ri melakukan hal aneh, Ye Ri bisa saja pergi ke klub menggunakan gaun itu. Dia tidak mungkin pergi ke tempat aneh. Yeo Jin menyarankan untuk menghubungi Byung Cheol dan menanyakannya. Sebelum Yeo Jin memberi saran Ye Ri sudah melakukannya tapi nomer Byung Cheol sudah hilang. Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam? 


Di tempat lain, Eun Hee bertemu dengan Ye Ri mereka akan berciuman. Dan ternyata itu cuman ada di mimpi Eun Hee. Di kamar Eun Hee dikejutkan oleh seorang gadis, dari tampilannya gadis itu masih SMA. Gadis itu mengatakan bahwa ia sudah memiliki KTP, ia merasa bahwa dirinya sudah dewasa.
“ Lalu kenapa? Keluarlah”
“ Oppa harus menyimpannya, oppa pantas menerimanya. Ini membuktikan bahwa kini aku orang dewasa. Begitu lulus aku akan..” 
“ Akan apa? Astaga”
“ Aku akan menikahimu” 
Eun Hoo membalikkan selimutnya, dan kabur. Gadis itu meminta Eun Hoo untuk tidak menyangkalnya, ia merasa ditakdirkan bersama. Eun Hoo berkata bahwa ia tidak butuh. Haha 
Gadis itu ternyata adik Prof Kim, kini mereka tengah sarapan bersama. 
Gadis itu menahan kantuk, tanpa ia sadari Eun Hoo sudah berangkat terlebih dahulu tanpa sarapan. 
“ Apa yang terjadi Oppa ( Eun Hoo) sudah pergi? Padahal aku bangun lebih awal agar bisa pergi bersama”
“ Kamu membaca Novel diinternet semalaman? Perbaiki kelakuanmu kamu sudah masuk tahun ke 3”
“ aku mau menikahi Eun Hoo setelah lulus” seketika itu, Prof Kim melemparkan potongan kue dan mengenai dahi adiknya. Adiknya mengatakan bahwa ia ingin segera menikah, tapi menahannya demi status social. Prof kim heran karena ia sekarang menjadi cerewet. Adik nya bilang bahwa Eun Hoo oppa punya pacar, dan ia menyebut nama Han Ye Ri dalam mimpinya. Sontak membuat Prof Kim terdiam.


Di perjalanan ke kampus, Eun Hoo menghubungi nomer Byung Cheol tapi tidak ada jawaban.
“ Ada apa dengannya? Dia mengganti nomernya?” seketika Eun Hoo mengingat pertemuannya dengan gadis yang memakai gaun merah.
Pandangan Eun Hoo mengarah kepada Ye Ri yang sedang berjalan berlawanan arah dengan dirinya. 
“ Hei!” merasa disapa, Eun Hoo memutar badan menghadap Ye Ri.
“ Aku hampir tidak mengenalimu. Maaf kenapa?” 
“ Soal kemarin….Bukan apa-apa. Sebaiknya kamu pergi”. 
“ Ada apa ini? Kemarin dia mengabaikanku. Apa yang terjadi? Kenapa sifatnya selalu berubah”
Sepertinya Eun Hoo mengetahui bahwa wanita yang memakai gaun merah tadi malam adalah Ye Ri.


Kini Ye Ri berada di ruang Prof Kim untuk kedua kalinya. Tujuan Ye Ri menemui Prof Kim mengenai hukuman karena insiden beberapa hari yang lalu. Prof Kim memintanya menjadi asisten kantor, ia meminta Ye Ri menjadi asisten kantor selama 6 bulan. Bahkan Prof Kim berniat menggajinya. 
“ Aku menjadi asisten kantor Bapak?”
“Jika kamu tidak mau, kamu tidak perlu melakukannya”
“ Aku mau. Bukannya aku tidak mau. Ini sebuah kehormatan. Aku akan melakukan yang terbaik. Terimakasih ”
“Kamu amat senang, ya?”
Dari arah belakang, Eun Hoo memasuki ruang Prof Kim.
“ Beri salam padanya, ini Han Ye Ri asisten kantorku mulai hari ini, Ini Yoo Eun Ho, asisten pengajarku” Keduanya baik Eun Hoo maupun Ye Ri sama-sama mendesah, 
“ Kenapa menatapku?” tanya Prof Kim pada Eun Hoo, dan dia tiba-tiba tertawa. “Aku akan pergi ke kelas sekarang, Astaga ekspresi wajahmu lucu sekali” perkataan ini di tunjukkan kepada Eun Hoo.
“ Astaga kenapa harus dia” gerutu Ye Ri. Mendengar itu Eun Hoo tidak tersenyum sinis.
“ Seharusnya aku yang bilang begitu” mendengar ucapan Eun Hoo, Ye Ri merasa tidak enak.
“ Karena sudah dipastikan, mari kita bekerja sama. Kita akan bertemu setiap hari, tidak akan bisa bekerja jika hubungan kita buruk”.Ye Ri mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan, dan Eun Hoo membalasnya.
“ Mari kita bekerja sama Han Ye Ri” ketika Ye Ri Ingin melepas tangannya, Eun Hoo malah menjabatnya erat.
“ Apa hubunganmu dengan Byung Cheol?”
“ Tidak ada apa-apa diantara kami”. Baik ucapan dengan pikirannya sama.
“ Lalu dia bersikap seperti itu meski kamu tidak menyukainya?”
“ Lepaskan aku” Ye Ri meniup tangannya seolah-olah berdebu kemudian pergi.
“Apa itu tadi? dia tidak berbohong” 


Eun Hoo dan Prof Kim berjalan beriringan  sambil membicarakan sikap Ye Ri.
“ Tidak mungkin ada waniita yang tidak berbohong” tanggapan Prof Kim
“ Benar, tapi terasa berbeda dari tangan lain yang kusentuh” jelas Eun Hoo
“ Aku terus memberitahumu tidak ada wanita yang tidak bohong. Hanya ada dua jenis wanita yang kamu tahu dan tidak kamu tahu. Jadi, yang mana tipe idealku?” 
“Seseorang yang tidak kamu kenal” 
“ Benar. Seseorang yang tidak kukenal.. Orang asing!” teriak Prof Kim sambil sedikit bernada.
Eun Hoo tiba saja berhenti, membuat Prof Kim ikut berhenti. Eun Hoo mengingat pertemunnya dengan gadis yang memakai gaun merah.
“ Dia memang tampak seperti orang asing” kata Eun Hoo lirih.
“ Apa?”
“ Bukan apa-apa. Aku pergi dahulu” setelah kepergian Eun Hoo Prof Kim berkata mengenai kemampuan yang dimiliki Eun Hoo, Tapi Eun Hoo tidak tahu cara menggunakannya. 


Pandangan Prof Kim beralih kepada seorang wanita yang memakai pakaian terbuka tengah lari, ia melihatnya tanpa berkedip, dan prof Kim pun membuntutinya. Seketika Adegan ini diiringi lagu seriosa.
Prof Kim mengejarnya sampai kantin kampus, akan tetapi ia kehilangan jejaknya. Prof Kim melihat petugas kantin yang memakai seragam putih terlihat sama dengan wanita yang dikejarnya tadi. Bahkan ia terpesona dengan aksi wanita itu ketika mengaduk nasi panas. 
“ Jika ingin makan, bawalah tiket makanmu” kata wanita itu kepada Prof Kim
“Maaf?”
Wanita itu pun mengulangi perkataanya.
“ Jika ingin makan, aku harus membawa tiket makan? Baiklah!” teriaknya antusias. 
Kita bisa melihat bahwa Prof Kim tengah menyantap makanannya, ia merasa bahwa nasinya sangat enak. Wanita berpakain terbuka itu menghampiri Prof Kim yang tengah makan. Wanita itu menanyakan mengenai nasinya yang terasa berbeda dari nasi pada umumnya. 
“ Tidak. Ini sangat enak. Ini sesuatu yang belum pernah aku lihat. Ini begitu aneh dan seksi…. Bukan itu, mmaksudku, berbeda”
“ Ada udara di tiap butirannya, aku mempelajari ini saat bekerja di restoran sushi Kyoto. Kamu masukkan nasinya. Lalu masukkan udaranya Nikmati makananmu”.
Ketika wanita itu akan pergi, Prof Kim memperlihatkan kartu makan yang terbilang banyak ia berkata bahwa kartu makan ini untuknya ( Kyung Hye). Kyung Hye sedkit terkejut, ia meminta Prof Kim untuk menikmati makanannya, kemudian pamit pergi. 


Eun Hoo tengah berjalan di lingkungan kampus. Eun Hoo berfikir Byung Cheol berbohong, tapi kenapa ia berbohong. Dari arah belakang Eun Hoo di panggil oleh tamen Byung Cheol (Lee Yo Sik) ia menanyakan keberadaan Byung cheol tapi eun Hoo tidak mengetahuinya. Eun Hoo juga sedang mencari Byung Cheol. 
“ Kenapa kau mencarinya” tanya Eun Hoo
“ Dia melewatkan semua kelas pagi dan aku tidak bisa menghubunginya. Dia tidak pernah bersikap begini. Menurutmu dia sakit? ”. 
Ponsel teman Yo Sik tiba saja bordering , Eun Hoo mengira itu Byung Cheol. Ternyata dari mantan kekasih Yo Sik yang masih merasa kekasih Yo Sik.
“ Dia sungguh lamban, tapi begitu obsesif. Aku tidak bisa memblokir nomernya, dia bisa saja melakukan sesuatu. Bagaimana cara menjauhkan dia ?”
Eun Hoo hanya menanggapinya dengan senyum menawannya.
“ Sang legenda yang kembali ke sekolah..” Ucap Yo Sik sambil memegang lengan Eun Hoo, Eun Hoo menaggapinya dengan angguk-angguk.


Ternyata kekasih yang dimaksudkan Yo sik adalah teman Ye Ri, dia bernama Yeo Jin.
“ Kenapa dia tidak menjawab panggilanku? Dia sudah lama tidak menghubungiku dan tidak menjawab panggilanku. Tapi dia mengubah profil facebooknya. Dan statusnya diubah menjadi lajang. Dia juga mengubah kata sandi surelnya” ucap Yeo Jin sambil menangis.
“ Dia bahkan tidak bilang akan putus denganmu. Tunggulah” kata Ye Ri menenangkannya.
“ Menurutmu begitu?” tanya Yeo Jin
Ye Ri menanggapinya dengan anggukan. Terdengar bunyi pesan masuk. 
“ Dia mengirim pesan” dan Pesan itu berisikan ajakan putus.
“Astaga, aku harus bagaimana ?”
Ye Ri menanyakan apa isi pesannya, Yeo Jin pun memberikan ponselnya sambil menangis sesenggukan. 



Di lain tempat ada Eun Hoo dan Yo Sik. Yo Sik tengah memandang ponselnya.
“ Dia membacanya dia membaca pesan dariku!!” 
Yo Sik merasa takut, ia juga merasa bahwa hal ini tidak benar. 
“ Kamu bilang, kebebasanmu lebih penting daripada wajahmu” ucap Eun Hoo
Yo Sik mendapatkan pesan baru dari Yeo Jin mengenai ajakan bertemu , tanpa sepengetahuan Yo Sik bahwa yang mengirim pesan adalah Ye Ri. Yo Sik merasa panic.
“ Dia ingin bertemu denganku dan berbicara” lapor Yo Sik kepada Eun Hoo. Disini Eun Hoo serasa konsultan. 
“ Kalau begitu kamu harus menemuinya” 



Di danau Yo Sik dan Yeo Jin bertemu. Mereka sama-sama diam.
Ye Ri tengah memantau mereka dari balik pohon dan mengirim pesan ke ponsel Yeo Jin. Pesan itu berisi Mana bisa kamu akhiri dengan pesan? Memangnya aku serendah itu?
Yeo Jin pun mengikuti saran Yo Ri, dan mengatakannya kepada Yo Sik. 
Sedangkan di tempat lain, Eun Hoo juga memantau pertemuan sepasang kekasih yang baru putus itu. Eun Hoo juga mengirim pesan kepada Yo Sik pesnnya berisi
Aku takut ini terlalu berat jika dikatakan kepadamu langsung
Dan Yo Sik pun mengatakannya kepada Yeo Jin.
“Astaga sulit di percaya” gerutu Yo Ri mendengar perkataan Yo Sik. Yo Ri mengirim pesan kembali.
Kenapa kamu mau putus denganku? Katakan alasannya
Tapi kali ini Yeo Jin tidak sepenuhnya mengikuti saran Ye Ri.
“ Kenapa kamu mau putus denganku. Apa aku melakukan kesalahan?” teriak Yeo Jin sambil memegang lengan Yo Sik.
Yo Ri menggerutu akan tingkah bodoh yang Yeo Jin lakukan berbeda dengan Eun Hoo yang terlihat tersenyum. Yo Sik berkata sesuai arahan Eun Ho, tidak dengan juga Yeo Jin yang tidak ingin putus dengan Yo Sik. 
“ Saat putus dengan seseorang yang pernah kamu cintai, kamu harus menemuinya dan berbicara dengannya. Setidaknya kamu harus melakukan itu saat ingin putus. “ setelah mengatakannya Ye Ri beranjak pergi. Dan tanpa sengaja ia bersentuhan tangan dengan Eun Hoo. Eun Hoo dapat melihat saat Ye Ri berpijak di jembatan seperti ingin bunuh diri. 
“ Astaga. Kupikir dia sudah melupakannya. Ternyata belum ” ucap Yeo Jin sedih. 



Yeo Jin mengejar Ye Ri yang terlihat marah dan menghindarinya.
“ Kenapa kamu begitu bergantung pada seorang pria? Kamu tidak punya martabat? ”
“ Maksudmu.. dia dan aku “
“ Kau bicara apa? Keraskan suaramu” 
“ Dia pandai melakukannya!” EEEEKkk ( suara kambing ) “ Tidak seperti yang terlihat”
Yeo Jin mengatakan bahwa Yo Sik pria yang baik dan lumayan tampan, Yo sik juga menjaganya. 
“ Pulanglah. Rasanya seperti aku melupakan perasaanku untukmu” akhirnya mereka pergi masing-masing. 
Tanpa mereka sadari Eun Hoo menguping pembicaraanya, kini Eun Hoo membuntuti Ye Ri. Eun Hoo memikirkan perkataan Yeo Jin. 
Itu karena mantan kekasih yang dia kencani tiga tahun lalu. Mereka sedang bahagia saat itu, tapi pria itu tiba-tiba menghilang. Mereka putus seperti itu. Dan dia mengalami kesulitan sejak saat itu.
Eun Hoo teringat perkataan Ye Ri saat di danau, hal itu mengingatkannya pada kejadian 3 tahun yang lalu saat ia diputuskan lewat ponsel. Eun Hoo melihat Ye Ri yang tengah memandang poster di dinding. Ye Ri tengah bernostalgia mengingat kenangannya dengan mantannya.
“ Dasar pria jahat” ucapnya
“ Bedebah” ucap Eun Hoo, yang tiba-tiba disampingnya. “ Aku menggantikanmu mengumpat, dia lebih buruk dari sekedar bedebah” 
Ye Ri tidak menghiraukannya, ia beranjak pergi. Tapi lagi-lagi lengannya ditahan oleh Eun Hoo.
“ Menangislah” pinta Eun Hoo
“ Lepaskan aku”
“ Kini kamu ingin menangis” ucap Eun Hoo
“ Kamu tahu apa?”
“ Bukan berarti kamu lemah. Kamu menangis bukan karen kamu lemah. Kamu menangis agar bisa bertahan. Jadi maksudku tidak masalah jika kamu menangis. Kamu perlu membebaskan diri. Aku pernah mengalaminya ”
“ Astaga ada apa denganku? Aku pasti kelilipan ” ucap Ye Ri.

Click to comment